makin kering
gersang..
makna hilang dalam kata
sempat menaruh harap pada suara
namun telinga ada bukan tuk mendengar
mendengar tapi tak resapi makna
mulut berbicara tanpa suara
meski ribuan kata telah usai terlewatkan
menguap
mengambang
mengapung
tak kuharap buat dimengerti karena kata dari suaraku memang tak dimengerti
tak kuharap buat dimengerti karena suara dari kataku memang tak terdengar
tak kuharap buat dimengerti karena tak ada telinga yang mendengar
tak kuharap buat dimengerti karena kuhanya diam
diam..
diam..
diam..
semoga dalam diam bayanganku dapat pahamiku
Hanya tersentuh oleh
Hati terdalam yang kaya
Akan cipta, rasa dan karsa.
Ini hanya sekedar pembuka saja
Bukanlah isi yang sesungguhnya
Karena kata kataku...
Tanpa kata, suara maupun aksara.
Cobalah anda nikmati....
Suasana yang ada dihati...
Tarik nafas dalam - dalam ...
Hembuskan secara perlahan...
Lakukanlah terus secara teratur
Pakailah ujung ibu jari...
Sebagai sasaran konsentrasi.
Jika telah tersentuh suasana hatimu...
Maka renungkanlah.....
Janganlah kau terbawa suasana...
Yng ada di luar sana...
Maka tergambarlah suasana hati itu...
Dan pejamkanlah matamu....
Saat diam tak tertahan
Kata-kata meluncur menghunjam deras
Tegas tuntas terkadang beringas
Siapa yang sanggup membungkam pikiran?
Ketika nurani telah dicampakkan dalam kubangan,
dan harga diri ditindas terampas tak berbekas
Janji tinggal bualan dan dongeng mimpi buruk
Lantangkan suaramu sobat,
karena diam tak selamanya emas.....
((diam adalah emas tapi berbicara yang mengandung makna lebih dari sekedar emas )))
......
......
Minggu, 02 Januari 2011
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
.jpg)

0 komentar:
Posting Komentar